Home » » Busi (Spark Plug)

Busi (Spark Plug)


Busi adalah suatu piranti pada motor bensin yang berfungsi untuk menghasilkan loncatan bunga api (spark) diantara celah elektrode busi di dalam ruang bakar, sehingga campuran udara dan bahan bakar terbakar. Energi listrik yang berupa loncatan bunga api diperoleh dari baterai (accu).


Tegangan tinggi menyebabkan percikan bunga api diantara elektrode busi. Tegangan tinggi ini dihasilkan secara induksi pada koil mengikuti prinsip transformator. Sesaat penyalaan ketika alat penyuplai energi bekerja, tegangan diantara elektrode busi meningkat secara tajam sampai pada tegangan penyalaan dicapai. Segera setelah bunga api dilepaskan, tegangan diantara elektrode busi akan menurunkan tegangan penyalaan. campuran udara dan bahan bakar dinyalakan selama waktu pembakaran dari pelepasan bunga api.

Lama penyalaan (Spark Duration) adalah lamanya waktu dimana busur api mulai melentik pada saat awal dimana tegangan pada kondisi puncak diantara elektrode sampai pada kondisi dimana energi listrik mulai menurun. Lama penyalaan harus cukup untuk memenuhi kemungkinan terbakarnya campuran udara dan bahan bakar secara maksimum. Tegangan penyalaan dari busi adalah suatu tegangan yang mana bunga api dapat meloncat diantara elektrode. Maka tegangan penyalaan yang dibutuhkan oleh busi adalah tegangan tinggi supaya busur api dapat meloncat diantara elektrode. Tegangan tinggi ini menyebabkan suatu medan yang kuat diantara elektrode sehingga celah elektrode menjadi terionisasi dan kemudian menjadi konduktif.

Konstruksi Busi
Busi terdiri dari tiga material utama yaitu logam (metal), keramik (ceramic) dan kaca (glass). Material-material tersebut memiliki karakteristik yang berbeda-beda. terminal stud, insulator, shell, ground electrode (elektrode negatif) dan centre electrode (elektrode pusat) merupakan bagian yang terpenting dari sebuah busi. Elektrode pusat dan terminal stud dihubungkan dengan konduktivitas khusus yaitu glass seal. Pada umumnya ukuran ulir busi adalah 14 mm, meskipun ada busi yang mempunyai ukuran ulir 18 mm yang digunakan pada motor yang besar dan biasanya motor 2 (dua) langkah. Busi dengan diameter 12 mm dan 10 mm digunakan pada beberapa motor dengan performansi yang tinggi, karena dengan diameter yang lebih kecil panas yang dikeluarkan semakin besar.

0 comment:

Posting Komentar