Home » » Mengapa Mesin Bisa Hidup ?

Mengapa Mesin Bisa Hidup ?

Anda mungkin mahir mengebut motor, nyalip sini nyalip sana. Tak ada seorangpun yang mampu mengejar anda. Dari Maros ke Makassar hanya ditempuh dalam waktu tak lebih 20 menit. Tetapi, tahukah anda bagaimana mesin motor anda bisa hidup ? Kalau belum ikuti saja pembahasan berikut ini.

Secara teori pembakaran terjadi lantaran 3 syarat utama, yaitu bahan bakar, udara dan panas. Lebih jauh dijelaskan, bahan bakar dikenal sebagai bensin. Udara adalah hawa atau angin. Sedang panas ialah api dari sistem pengapian. Motor bakar mengubah unsur-unsur ini menjadi energi kinetik atau gerak. Mengapa bahan bakar tak cukup untuk melakukan pembakaran ? Agar bisa terbakar, bahan bakar harus dicampur udara sedangkan api tentu saja dibutuhkan untuk menyalakan campuran tadi.



Analoginya bisa dilihat dari sistem kerja kompor gas. Pada peranti masak itu terdapat beberapa elemen pokok, yaitu tabung gas, selang, keran pengatur suplai gas, udara dan pematik. Seperti kita ketahui, kompor gas hanya akan menyala jika keran dibuka. Gas mengalir lewat selang atau saluran, lalu bercampur udara dan apipun menyala setelah dipercikkan bunga api dari pematik.

Dengan lengkap, proses pembakaranpun berlangsung sebagai berikut, bahan bakar yang terdapatdi dalam tangki dipompa ke karburator sesuai jumlah yang dibutuhkan. Di sinilah cairan tersebut dicampur dengan udara, yang selanjutnya dikarburasi (dikabutkan) agar terjadi campuran yang proporsional. Selanjutnya, campuran tersebut masuk ke silinder untuk dikompresi.

Sesuai hukum kimia, volume akan mengecil ketika dikompresi. Meski belum ada api, gas yang akan dikompresi akan naik tekanan dan suhunya. Sifat gejala alam ini membuatnya makin mudah dibakar percikan api dar busi. Perlu diketahui, kuncci dari semua adalah tekanan kompresi tersebut dimana kompresilah yang memompa uap udara dan bahan bakar menjadi panas. Sedangkan busi, hanya membantu menuntaskan panas sejadi-jadinya. Tetapi tanpa api bisa saja mesin hidup seperti mesin diesel. Mesin ini tak punya busi pembakar karena gasnya terbakar lantaran kompresi dan tekanan sangat tinggi sehingga panasnya juga tinggi sampai terbakar sendiri.

Setelah terjadi pembakaran, akan disusul ledakan gas dahsyat yang akan mengembang dan berusaha mendorong piston ke titik mati bawah (TMB). Proses itu disebut langkah usaha yang menghasilkan gerakan (tenaga tekan) yang selanjutnya diolah oleh kruk as menjadi tenaga motor berupa putaran.

Supaya proses itu bisa terus-menerus dibutuhkan lontaran menyeimbangi pukulan ledakan (Counter Balance Weight) yang merupakan tugas dari kruk as yang dilengkapi bandul. Bandul adalah dua lempengan lengkap benjolan pada kruk as yang mengapit setang piston. Benjolan pada setiap lingkaran sisi lempengan tidak sama beratnya. Ini semata-mata mengumpan lontaran berkelanjutan. Hasil lontaran ini sering disebut torque atau torsi.(Dari berbagai sumber).

0 comment:

Posting Komentar