Perhatikan Komponen Ini Agar Sepeda Motor Irit

Kenaikan harga bensin bersubsidi sebesar Rp 2.000 makin memberatkan pengendara sepeda motor. Kadaan ini memaksa pengendara harus bisa menjaga keiritan bahan bakar untuk menekan pengeluaran. Hal ini cukup mudah, hanya memperhatikan beberapa komponen yang dapat mengurangi penggunaan bahan bakar bensin.

Perhatikan Komponen Ini Agar Sepeda Motor Irit


Berikut komponen yang perlu diperhatikan agar Sepeda Motor lebih irit :
  1. Ban. Perhatikan alurnya, jika sudah tipis membuat daya cengkeram, daya cengkeram berkurang dan berpengaruh terhadap kinerja mesin. Selain itu, ukuran angin harus sesuai standar, bila kurang membuat kerja mesin tambah berat.
  2. Kampas kopling. Bila komponen ini sudah tipis, mudah selip (memindahkan tenaga tidak optimal). Untuk skutik, biasanya ada gemuk atau kotor sehingga putarannya lebih banyak. Ini menimbulkan panas berlebih dan mesin lebih berat kerjanya. Untuk sepeda motor manual, perhatikan setelannya, disarankan tidak terlalu sensitif sehingga kampas kopling tak mudah memelintir. Jika begini, sepeda motor tak kuat ”narik” padahal putaran mesin sudah tinggi.
  3. Busi. Ganti sesuai saran, rata-rata 4.000 km (biasanya tercantum pada kemasan). Jika pengapian tidak sempurna, berpengaruh pada pembakaran yang jelek, sehingga butuh banyak bensin yang dibakar.
  4. Filter udara. Jangan biarkan  kotor. Asupan udara yang tersendat membuat pembakaran kurang sempurna.
  5. Rem, terutama untuk cakram, pastikan jarak bantalannya dengan piringan tetap terjaga. Jangan sampai terlalu mepet karena kemungkinannya ban akan seret berputar karena posisinya sedikit mengerem. Padahal tuas rem tidak ditekan.
  6. Karburator (untuk sepeda motor non-injeksi). Lakukan cek rutin untuk menghindari saluran-saluran kecil di dalamnya tersumbat. Setelan tepat menghasilkan pembakaran tepat pula.
  7. Pelumas. Perhatikan kekentalan pelumas yang disarankan. Oli yang sesuai dengan spesifikasi mesin yang disarankan pabrik membantu memaksimalkan kinerja komponen yang dilumasi.

Masih ada beberapa trik lain seperti menaikkan kompresi, setel klep, upgrade pengapian, dan sebagainya. Namun sebisa mungkin sepeda motor tetap standar untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan.

Majas

Majas atau gaya bahasa adalah pemanfaatan kekayaan bahasa, pemakaian ragam tertentu untuk memperoleh efek-efek tertentu, keseluruhan ciri bahasa sekelompok penulis sastra dan cara khas dalam menyampaikan pikiran dan perasaan, baik secara lisan maupun tertulis.
majas

1) Majas Perbandingan 
  • Alegori : Menyatakan dengan cara lain, melalui kiasan atau penggambaran. Contoh : Perjalanan hidup manusia seperti sungai yang mengalir menyusuri tebing-tebing, yang kadang-kadang sulit ditebak kedalamannya, yang rela menerima segala sampah, dan yang pada akhirnya berhenti ketika bertemu dengan laut.
  • Alusio : Pemakaian ungkapan yang tidak diselesaikan karena sudah dikenal. Contoh : Sudah dua hari ia tidak terlihat batang hidungnya.
     Simile : Pengungkapan dengan perbandingan eksplisit yang dinyatakan dengan kata depan dan penghubung, seperti layaknya,bagaikan, " umpama", "ibarat","bak", bagai". contoh: Kau umpama air aku bagai minyaknya, bagaikan Qais dan Laila yang dimabuk cinta berkorban apa saja.
    Metafora : Pengungkapan berupa perbandingan analogis dengan menghilangkan kata seperti layaknya, bagaikan, dll. contoh: Waspadalah terhadap lintah darat.
    Antropomorfisme : Metafora yang menggunakan kata atau bentuk lain yang berhubungan dengan manusia untuk hal yang bukan manusia.
    Sinestesia : Majas yang berupa suatu ungkapan rasa dari suatu indra yang dicurahkan lewat ungkapan rasa indra lainnya.
  • Antonomasia: Penggunaan sifat sebagai nama diri atau nama diri lain sebagai nama jenis. Contoh : Si pincang, Si jangkung, Si kribo
  • Aptronim: Pemberian nama yang cocok dengan sifat atau pekerjaan orang.
  • Metonimia: Pengungkapan berupa penggunaan nama untuk benda lain yang menjadi merek, ciri khas, atau atribut. Contoh : Kami ke rumah nenek naik kijang.
  • Hipokorisme: Penggunaan nama timangan atau kata yang dipakai untuk menunjukkan hubungan karib.
  • Litotes: Ungkapan berupa penurunan kualitas suatu fakta dengan tujuan merendahkan diri. Contoh : Mampirlah ke gubuk saya (Padahal rumahnya besar dan mewah)
  • Hiperbola: Pengungkapan yang melebih-lebihkan kenyataan sehingga kenyataan tersebut menjadi tidak masuk akal. Contoh : Ibu terkejut setengah mati, ketika mendengar anaknya kecelakaan.
  • Personifikasi: Pengungkapan dengan menggunakan perilaku manusia yang diberikan kepada sesuatu yang bukan manusia. Contoh :  Awan menari – nari di angkasa, baru saja berjalan 8 km mobilnya sudah batuk – batuk.
  • Depersonifikasi: Pengungkapan dengan tidak menjadikan benda-benda mati atau tidak bernyawa.
  • Pars pro toto: Pengungkapan sebagian dari objek untuk menunjukkan keseluruhan objek.
  • Totum pro parte: Pengungkapan keseluruhan objek padahal yang dimaksud hanya sebagian.
  • Eufimisme: Pengungkapan kata-kata yang dipandang tabu atau dirasa kasar dengan kata-kata lain yang lebih pantas atau dianggap halus. Contoh : Para tunakarya itu perlu diperhatikan.
  • Disfemisme: Pengungkapan pernyataan tabu atau yang dirasa kurang pantas sebagaimana adanya.
  • Fabel: Menyatakan perilaku binatang sebagai manusia yang dapat berpikir dan bertutur kata.
  • Parabel: Ungkapan pelajaran atau nilai tetapi dikiaskan atau disamarkan dalam cerita.
  • Perifrase: Ungkapan yang panjang sebagai pengganti ungkapan yang lebih pendek.
  • Eponim: Menjadikan nama orang sebagai tempat atau pranata.
  • Simbolik: Melukiskan sesuatu dengan menggunakan simbol atau lambang untuk menyatakan maksud. Contoh : Dia menjadi lintah darat
  • Asosiasi: perbandingan terhadap dua hal yang berbeda, namun dinyatakan sama. Contoh : Bagaikan harimau pulang kelaparan, seperti menyulam di kain yang  lapuk.

2) Majas Sindiran
  • Ironi: Sindiran dengan menyembunyikan fakta yang sebenarnya dan mengatakan kebalikan dari fakta tersebut. Contoh : Bagus sekali tulisanmu, sampai – sampai tidak bisa dibaca.
  • Sarkasme: Sindiran langsung dan kasar
  • Sinisme: Ungkapan yang bersifat mencemooh pikiran atau ide bahwa kebaikan terdapat pada manusia (lebih kasar dari ironi). Contoh : Perilakumu membuatku kesal.
  • Satire: Ungkapan yang menggunakan sarkasme, ironi, atau parodi, untuk mengecam atau menertawakan gagasan, kebiasaan, dll.
  • Innuendo: Sindiran yang bersifat mengecilkan fakta sesungguhnya.

3) Majas Penegasan
  • Apofasis: Penegasan dengan cara seolah-olah menyangkal yang ditegaskan.
  • Pleonasme: Menambahkan keterangan pada pernyataan yang sudah jelas atau menambahkan keterangan yang sebenarnya tidak diperlukan. Contoh : Mari naik ke atas agar dapat meliahat pemandangan.
  • Repetisi: Perulangan kata, frase, dan klausa yang sama dalam suatu kalimat. Contoh : Selamat tinggal pacarku, selamat tinggal kekasihku.
  • Pararima: Pengulangan konsonan awal dan akhir dalam kata atau bagian kata yang berlainan.
  • Aliterasi: Repetisi konsonan pada awal kata secara berurutan. Contoh : Inikah Indahnya Impian ?
  • Paralelisme: Pengungkapan dengan menggunakan kata, frase, atau klausa yang sejajar. Contoh : Hati ini biru Hati ini lagu Hati ini debu
  • Tautologi: Pengulangan kata dengan menggunakan sinonimnya. Contoh : Saya khawatir dan was – was dengannya.
  • Sigmatisme: Pengulangan bunyi "s" untuk efek tertentu.
  • Antanaklasis: Menggunakan perulangan kata yang sama, tetapi dengan makna yang berlainan. Contoh : Ibu membawa buah tangan, yaitu buah apel merah
  • Klimaks: Pemaparan pikiran atau hal secara berturut-turut dari yang sederhana/kurang penting meningkat kepada hal yang kompleks/lebih penting. Contoh : Semua anak – anak, remaja, dewasa, orang tua dan kakek.
  • Antiklimaks: Pemaparan pikiran atau hal secara berturut-turut dari yang kompleks/lebih penting menurun kepada hal yang sederhana/kurang penting. Contoh : Para bupati, para camat, dan para kepala desa.
  • Inversi: Menyebutkan terlebih dahulu predikat dalam suatu kalimat sebelum subjeknya. Contoh : Aku dan dia telah bertemu > Telah bertemu, aku dan dia.
  • Retoris: Ungkapan pertanyaan yang jawabannya telah terkandung di dalam pertanyaan tersebut. Contoh : Siapakah yang tidak ingin hidup ?.
  • Elipsis: Penghilangan satu atau beberapa unsur kalimat, yang dalam susunan normal unsur tersebut seharusnya ada. Contoh : Kami ke rumah nenek (penghilangan predikat pergi).
  • Koreksio: Ungkapan dengan menyebutkan hal-hal yang dianggap keliru atau kurang tepat, kemudian disebutkan maksud yang sesungguhnya.
  • Polisindenton: Pengungkapan suatu kalimat atau wacana, dihubungkan dengan kata penghubung.
  • Asindeton: Pengungkapan suatu kalimat atau wacana tanpa kata penghubung.
  • Interupsi: Ungkapan berupa penyisipan keterangan tambahan di antara unsur-unsur kalimat.
  • Ekskalamasio: Ungkapan dengan menggunakan kata-kata seru.
  • Enumerasio: Ungkapan penegasan berupa penguraian bagian demi bagian suatu keseluruhan.
  • Preterito: Ungkapan penegasan dengan cara menyembunyikan maksud yang sebenarnya.
  • Alonim: Penggunaan varian dari nama untuk menegaskan.
  • Kolokasi: Asosiasi tetap antara suatu kata dengan kata lain yang berdampingan dalam kalimat.
  • Silepsis: Penggunaan satu kata yang mempunyai lebih dari satu makna dan yang berfungsi dalam lebih dari satu konstruksi sintaksis.
  • Zeugma: Silepsi dengan menggunakan kata yang tidak logis dan tidak gramatis untuk konstruksi sintaksis yang kedua, sehingga menjadi kalimat yang rancu.

4)  Majas Pertentangan
  • Paradoks: Pengungkapan dengan menyatakan dua hal yang seolah-olah bertentangan, namun sebenarnya keduanya benar.
  • Oksimoron: Majas yang antarbagiannya menyatakan sesuatu yang bertentangan. Contoh : Cinta membuatnya bahagia, tetapi juga membuatnya menangis
  • Antitesis: Pengungkapan dengan menggunakan kata-kata yang berlawanan arti satu dengan yang lainnya.
  • Kontradiksi interminus: Pernyataan yang bersifat menyangkal yang telah disebutkan pada bagian sebelumnya.
  • Anakronisme: Ungkapan yang mengandung ketidaksesuaian dengan antara peristiwa dengan waktunya.

Apa itu Microburst

Microburst adalah sebuah downdraft (angin yang menghempas kebawah atau gaya ke bawah) dalam skala kecil dan sangat intens yang turun ke tanah yang menyebabkan perbedaan/penyimpangan angin yang kuat. Sebuah microburst awalnya berkembang ketika downdraft mulai meluncur ke bawah dari awan hujan. Area yang diliputinya biasanya kurang dari 4 kilometer. Microbursts mampu menghasilkan angin lebih dari 100 mph menyebabkan kerusakan yang signifikan. Rentang waktu terjadinya sebuah microburst adalah sekitar 5-15 menit.

microburst

Ketika hujan turun atau bercampur dengan udara kering, ia mulai menguap dan proses penguapan ini mendinginkan udara. Udara sejuk tersebut turun dan mengalami percepatan saat mendekati tanah. Ketika udara sejuk tadi mendekati tanah, ia akan menyebar ke segala penjuru dan penyimpangan arah angin inilah yang disebut microburst. Dalam iklim lembab, microburst juga dapat dihasilkan dari curah hujan yang tinggi.

Dalam artian lebih luas Downburst dapat didefinisikan sebagai suatu downdraft yang kuat dengan angin yang merusak di atas atau di dekat tanah. Jika area yang dilalui kurang dari 2,5 kilometer, maka disebut microburst. Kecepatan microbursts yang dapat menghempaskan apa saja yang ”dilabrak”nya betul-betul sangat berbahaya untuk penerbangan. Selama tahap ledakan di atas atau dekat awan, angin "keriting" sebagai udara dingin dari microburst bergerak menjauh dari impact point di atas tanah. (Disebut juga tahap bantalan/cushion stage). Selama tahap bantalan, angin keriting tadi terus bergerak cepat secara horizontal dan sangat mengancam pesawat yang diterjangnya. Ilustrasi di atas bisa sedikit menggambarkan proses terjadinya microburst.

microburst

Microburst diklasifikasikan sebagai microbursts kering atau basah, tergantung pada seberapa banyak curah hujan yang menyertai microburst ketika mencapai tanah.

Karena kurang tersosialisasinya di operator penerbangan kita, fenomena microburst ini jarang terdengar dilibatkan dalam setiap kasus investigasi kecelakaan pesawat, walau mungkin saja ia sering datang seperti halnya di negara lain. Seperti hasil penelitian di AS, diketahui bahwa microburst merupakan salah satu penyebab jatuhnya pesawat di sekitar landasan pacu

Sedangkan microbust sendiri diakibatkan dari awan comulunimbus (Cb). Saat terjadi badai di awan gelap itu maka muncullah microburst musuh utama penerbang dan siapapun akan berusaha menghindari. Karena jika terjadi downdraft yang disebabkan microbust, tak ada ampun pesawat sebesar apapun mampu dibanting sampai jatuh.

microburst

Beberapa kecelakaan fatal pesawat terbang terjadi karena fenomena microburst ini. Salah satu yang paling terkenal adalah jatuhnya pesawat Lockheed TriStar milik maskapai Delta Air Lines nomor penerbangan 191, sesaat sebelum mendarat di bandara internasional Dallas-Fort Worth di Texas, Amerika Serikat, 2 Agustus 1985.

Dalam kecelakaan tersebut, yang diangkat menjadi salah satu episode acara Air Crash Investigations di National Geographic Channel itu, 135 orang tewas. Pesawat itu jatuh dalam kondisi cuaca buruk—kondisi yang mendukung terjadinya microburst—dan jatuhnya pesawat terjadi secara mendadak, seperti tiba-tiba dibanting ke tanah.

Otoritas penerbangan Amerika, FAA (Federal Aviation Administration) menaruh perhatian besar pada masalah ini sejak tahun 1960, sekitar 500 pesawat celaka atau nyaris celaka dengan pola yang hampir sama, dihempaskan baik saat take off maupun landing. Fenomena yang kasat mata ini dan berlangsung singkat (rata-rata 10 menit) sulit dilacak. Pada dekade 90-an dipasang peralatan Low Level Windshear Alert System yang mampu memberikan peringatan dua menit sebelum microbust itu muncul.

Dengan adanya downdraft ini pada ketinggian rendah, maka aliran udara dekat permukaan tanah akan membelok secara horisontal (gbr1 dr Hongkong Observatory). Jika pesawat melalui zona tsb, maka awalnya akan mendapatkan headwind (angin depan) sehingga pesawat akan terangkat. Setelah itu pesawat akan mendapat tailwind (angin dr ekor) yg berakibat psw sinking. Jika downdraft tersebut terjadi pada ketinggian kritis, maka bisa jadi tidak ada kesempatan untuk recover ketinggian dan berakibat pesawat jatuh.

microburst

Microburst yang merupakan angin berkecepatan tinggi yang turun (downdraft) dari bawah awan kumulus yang berpotensi hujan ini sayangnya, angina ini tak kasat mata, sehingga tak mudah bagi penerbang untuk mengidentifikasi awan mana yang berpotensi menimbulkan microburst. Ketika penelitian tentang microburst ini dilakukan di AS pada 1990-an, fenomena alam ini juga diakui sulit untuk diditeksi karena tak semua awan kumulus bisa menimbulkan microburst. Kalau pun terjadi, downdraft yang ditimbulkan biasanya terjadi dalam waktu singkat dan di areal yang amat terbatas. Secara teknis, hanya peralatan seperti laser-lah yang mampu mendeteksinya.

Microburst bisa menimbulkan angin turun dengan kecepatan lebih dari 100 mill per jam, sehingga bisa menimbulkan kecelakaan fatal bagi pesawat-pesawat yang dihempasnya. Kejadian alam ini uniknya sering menghadang pesawat-pesawat yang tengah bersiap mendarat. Musibah jatuhnya C-4 milik meskapai penerbangan Inggris pada 24 Juni 1956 di Bandara Kano dan B727 PanAm pada 9 Juli 1982 di Bandara New Orleans telah dipastikan (the most-probable cause) oleh otoritas penerbangan AS sebagai akibat dari hempasan microburst. Hingga kini, asal-muasal microburst sendiri masih terus didalami oleh para pakar meteorologi.

Terkait kecelakaan-kecelakaan tersebut, pakar cuaca penerbangan yang dilibatkan dalam penyelidikan, menyebutkan microburst yang “jatuh” di ujung landasan adalah yang paling berbahaya. Angin tolakannya bisa ditafsirkan pilot (yang sedang berupaya mendarat) sebagai headwind yang keras. Pilot yang belum punya pengalaman menghadapi microburst biasanya akan merespon dengan menurunkan kecepatan pesawat. Namun, respon ini justru akan berbuah petaka karena angin tersebut akan berbelok dari arah belakang pesawat (tailwind) yang selanjutnya membuat gaya angkat di sayap utama menurun drastis. Nah, pada saat itu lah, ketika posisinya masuk di bawah jalur downdraft, pesawat dengan sendirinya akan dihempas ke bawah.
microburst


Referensi : Forum Kaskus

Prinsip Kerja dan Metode Daya Dorong Mesin Jet

Pesawat terbang adalah salah satu obyek yang selalu menarik untuk disimak. Kali ini kita akan melihat perkembangan salah satu organ vital pesawat terbang yaitu mesin pendorong yang berjenis mesin Jet atau dalam dunia penerbangan biasa disebut Aircraft Power Plant.

mesin jet

Mengapa disebut sebagai organ vital tentu saja. Mesin Jet ini ibarat organ jantung pada manusia yang berfungsi mengatur denyut nadi, juga tekanan darah, yang secara umum pada akhirnya menentukan kelangsungan hidup manusia itu sendiri.

Apabila jantung manusia berhenti, maka seluruh kegiatan kehidupan yang ditunjang olehnya juga akan berhenti. Begitupun dengan mesin pesawat terbang. Apabila mesin itu mati karena suatu hal, maka secara umum sistem internal di dalam pesawat itu akan terancam kelangsungan hidupnya. Hal ini disebabkan karena mesin itu menyediakan fungsi sistem-sistem internal yang ada di dalam pesawat terbang tersebut. Sistem apa sajakah itu?

Sistem-sistem tersebut adalah Sistem Kelistrikan (Electrical System), Sistem Hidrolis (Hydraulic System), Sistem Tekanan Kabin (Pressurization System), Sistem Kendali Pesawat Terbang (Flight Control System), serta sistem-sistem sekunder lain yang ada dalam pesawat terbang.

Roda pendarat sangat tergantung dengan adanya Sistem Hidrolis ini.Penumpang di dalam pesawat terbang sangat tergantung dengan keberadaan sistem tekanan kabin, agar dapat bernapas dengan leluasa serta normal seperti layaknya diatas daratan.

Sang penerbang pun sangat tergantung dengan sistem kelistrikan, supaya alat navigasi, alat komunikasi, serta alat-alat penunjuk lain dapat diandalkan. Sehingga dapat dibayangkan seandainya mesin pesawat terbang tersebut berhenti bekerja, maka semua sistem diatas akan berhenti juga. Itulah sebabnya mesin pesawat terbang mempunyai peran sebagai organ vital.

Dahulu saat pesawat terbang berhasil dibuat oleh Wright bersaudara, satu-satunya tenaga penggerak dan pendorong adalah mesin sederhana yang menggerakkan baling-baling.Baling-baling itu lalu menimbulkan daya dorong (thrust), yang didukung oleh profil tertentu sayap pesawat, sehingga menimbulkan gaya angkat (lift ). Gabungan dari daya dorong dan gaya angkat itulah yang membuat pesawat terbang mampu mengudara seperti yang kita lihat.
bagian-bagian mesin jet


Tentunya dua gaya itu harus lebih besar dari dua gaya “lawannya”, yaitu gaya berat (weight) dan hambatan(drag). Seiring berjalannya waktu, mesin berbaling-baling dirasakan tidak mencukupi lagi kebutuhan manusia untuk dapat menikmati pesawat terbang.

Hal ini disebabkan pesawat berbaling-baling (Propelled Aircraft) memiliki keterbatasan dalam hal ketinggian jelajah, pemborosan bahan bakar, jarak tempuh, serta waktu tempuh penerbangan. Para insinyur penerbangan ingin membuat pesawat terbang yang mampu menjelajah pada ketinggian yang optimal sekaligus menghemat bahan bakar, memanfaatkan massa udara yang sedikit untuk dimampatkan lalu menghasilkan daya dorong yang spektakuler, serta mampu menempuh jarak yang cukup jauh dengan waktu tempuh yang pendek.

Terdengar hampir mustahil memang. Namun, para insinyur penerbangan bersungguh-sungguh ingin mewujudkan keinginan itu. Untuk memenuhi “ambisi” ini, maka dibuatlah mesin Jet.

Prinsip Prinsip Daya Dorong Jet

prinsip dasar daya dorong
Apa arti Jet sebenarnya? Darimana konsep Jet itu berasal? Siapakah manusia pertama yang menemukannya? Jet artinya pancaran atau semprotan.Konsep reaksi Jet pertama kali dipercaya oleh para ilmuwan dari sebuah alat permainan di negeri Romawi kuno yang dikenal dengan sebutan Hero’s Engine.

Alat permainan ini dipercaya dibuat pada masa 120 tahun SM. Alat ini menggambarkan bahwa gaya/momentum (berupa uap) yang dikeluarkan oleh mulut Jet itu mampu menghasilkan reaksi yang sama besar dengan daya dorong Jet itu sendiri.Kedua Jet kecil itu memancarkan tekanan yang berakibat kedua Jet itu bergerak berputar putar. Kemudian hasilnya Hero’s Engine-pun berputar oleh dorongan kedua Jet itu.

Ilmuwan Fisika terkenal, Sir Isaac Newton juga merumuskan dalam hukumnya yang ketiga, hukum Aksi dan Reaksi. Hukum itu menyatakan “Setiap gaya yang beraksi pada suatu benda, akan menghasilkan reaksi gaya yang berlawanan arah yang sama besarnya”. Dari sinilah para insinyur penerbangan memulai bekerja menciptakan suatu Mesin Jet yang menjadi tenaga pendorong pesawat terbang.
cara kerja mesin jet

Tahun 1913 seorang insinyur Perancis bernama Rene Lorin, mematenkan sebuah konsep Mesin berdaya dorong Jet. Tetapi ini ternyata barulah sebuah teori, karena pada masa itu belum ada manufaktur atau produsen yang mampu membuat mesin Jet yang berdasar pada teori ini, meskipun saat ini ternyata Ram Jet (salah satu metoda mesin Jet modern) menggunakan konsep Lorin ini.
Tahun 1930 Frank Whittle dipercaya telah mematenkan karyanya, yaitu sebuah mesin gas turbin yang menghasilkan daya dorong Jet.

Tetapi inipun masih berupa teori juga. Mesin gas turbin ini baru selesai sebelas tahun kemudian olehnya melalui uji terbang terlebih dahulu.Konsep mesin gas turbin bertipe Turbo Jet buatan Frank Whittle ini kelak dipakai oleh salah satu manufaktur Mesin Jet terkemuka di dunia yaitu Rolls-Royce Welland.

Beberapa Metoda Daya Dorong Jet

Beberapa Metoda Daya Dorong Jet

Semua jenis mesin Jet sebetulnya sama. Yaitu sama-sama dihasilkan dari bahan bakar dicampur udara yang telah dimampatkan lalu dibakar, sehingga menghasilkan energi berupa daya dorong untuk terbang. Perbedaannya hanyalah pada cara memasak bahan bakar plus udara dan pembakarannya saja. Cara memasak diatas disebut Metoda. Beberapa Metoda itu adalah Ram Jet,Pulse Jet,Rocket,Gas Turbine,Turbo/Ram Jet atau Turbo Rocket. Masing masing metoda daya dorong Jet diatas memiliki keunggulan dan kekurangan sendiri-sendiri.Tergantung tujuan dan keperluan penggunaannya. Untuk kepentingan pesawat terbang militer tentunya berbeda dengan kepentingan pesawat komersial.
Karakteristik mesin jet

Pesawat Jet militer (fighting aircraft) membutuhkan karakteristik mesin Jet yang tangguh, lincah, fleksibel, dan bertenaga besar untuk mengejar dan memburu lawannya, sekaligus berkelit dari incaran lawan. Sementara itu, pesawat Jet komersial (Jetliner) memerlukan mesin Jet yang dapat diandalkan pada beberapa keadaan cuaca yang terkadang buruk, mudah dioperasikan saat keadaan abnormal apalagi darurat, irit bahan bakar, biaya perawatan yang murah dan mudah, disamping memiliki kemampuan menanjak yang optimum. Dalam hal ini pilihan tentang jenis atau metoda mesin Jet seperti diatas menjadi sangat penting.

Referensi : pesawatterbang.net

Black Box (Kotak Hitam) pada Pesawat Terbang

Ketika terjadi kecelakaan pesawat terbang, selain sibuk menemukan lokasi jatuhnya pesawat, menyelamatkan dan mengevakuasi korban. Ada pula sesuatu yang selalu dicari-cari, apakah itu? Benda itu adalah Black Box atau disebut pula kotak hitam. Apakah fungsi black box itu? Mengapa benda itu termasuk yang amat dicari saat tejadi kecelakaan pesawat terbang?

Black Box (Kotak Hitam) pada Pesawat Terbang

Ide dasar dari pembuatan kotak hitam adalah bahwa perlu adanya informasi yang menjelaskan segala kegiatan yang terjadi selama pesawat sedang terbang. Informasi ini digunakan untuk mengetahui apa penyebab sebuah pesawat mengalami kecelakaan misalnya.

Awalnya alat pencatat kegiatan pesawat diciptakan oleh pencipta pesawat terbang yaitu oleh Wright Bersaudara pada tahun 1900-an, berupa alat pencatat putaran baling-baling. Selanjutnya 50 tahun kemudian barulah diciptakan kotak hitam pertama oleh Dr David Warren, Australia. Warren menggagas alat ini saat sebelumnya terjadi kecelakaan pesawat jet pertama De Havilland Comet DH-106, yang sama sekali tidak diketahui penyebabnya.

Dalam perkembangannya, black box ini terdiri dari dua bagian utama, yaitu FDR (Flight Data Recorder – perekam data penerbangan) dan CVR (cockpit Voice Recorder – perekam suara di kokpit)

masing-masing dapat merekam hingga 700 parameter penerbangan seperti waktu terbang, tekanan udara, ketinggian, kecepatan angin, keseimbangan horizontal, arah kompas, dan sebagainya. Juga dapat merekam hingga 25 jam pembicaraan terakhir pilot.

Alat ini disimpan di bagian ekor pesawat, tempat yang diduga paling aman jika pesawat mengalami kecelakaan. Dan alat ini dibungkus dalam sebiah kotak yang disebut CSMU (Crash-survivable memory unit), yang berlapis-lapis masing-masin aluminium tipis, silika, dan baja tahan karat atau juga titanium, yang amat kuat dan tahan terhadap berbagai kondisi ekstrim, seperti tahan terhadap suhu 1.100 derajat celcius selama 1 jam, bertahan dalam air laut selama 30 hari, tahan terhadap bahan kimia, dan juga tahan benturan yang kuat hingga 3.400 G (manusia akan pingsan jika mengalami tekanan 5 G selama lima detik)
Black Box (Kotak Hitam) Recorder Locations

Kotak hitam juga dilengkapi dengan ULB (Underwater Locator Beacon), yang akan mengeluarkan sinyal suara ultrasonik setelah terjadi kecelakaan selama 30 hari (dengan harapan akan lebih mudah diketahui posisi jatuhnya pesawat)

Tentu anda akan bertanya, jika FDR dan CVR akan aman berada di dalam kotak hitam tadi, lalu mengapa pesawat terbang tidak dibuat dari bahan yang sama, sehingga bisa melindungi penumpangnya? Pesawat akan lebih kuat tetapi sekaligus berat dan tentunya tidak akan bisa terbang.

Saat kecelakaan terjadi dan kotak hitam ditemukan, maka kotak itu segera di kirim ke organisasi yang netral (bukan bagian dari perusahaan pesawat yang terkena musibah) dan dilakukan pembacaan dan analisa. Pembacaan dan analisa yang mendalam membutuhkan waktu berminggu-minggu, bahkan lebih lama lagi. Untuk membaca tidak memerlukan waktu lama, tinggal menghubungkan unit kotak hitam tadi ke alat pembaca. Namun yang lama adalah analisa nya, karena membutuhkan berbagai pendapat ahli mulai dari ahli penerbangan, mesin, dan juga ahli kesehatan dan kejiwaan sang pilot.

Kotak hitam ini sebenarnya tidak berwarna hitam, namun berwarna oranye. Barangkali karena ditemukan hangus dan menjadi hitam, maka dikenal dengan nama kotak hitam atau black box.

Referensi : blog.arieflatu.net

Water Jet

Kapal water jet merupakan kapal yang dalam sistem pengoperasian geraknyanya menggunakan sistem semburan air sebagai media   pendorongnya, sehingga kapal dapat bergerak sesuai dengan kecepatan  kapal  yang diinginkan, namun water jet propulsion digunakan sebagai media pendorong untuk kapal cepat. Kapal yang menggunakan sistem propulsi water jet  memiliki dua ruang lingkup sistem, yang terdiri dari sistem lambung kapal yang polos  (bare hull system)  dan  sistem  water  jet  (water jet system).

Speed Boat Bertenaga Pendorong Belakang Water Jet
Speed Boat Bertenaga Pendorong Belakang Water Jet(foto : mapltd.com)

Kapal Cepat Catamaran Berpendorong Water Jet
Kapal Cepat Catamaran Berpendorong Water Jet(foto : ship-technology.com)

Yang dimaksud dengan sistem lambung kapal polos atau bare hull system adalah badan kapal tanpa water jet terpasang didalamnya. Namun dalam perhitungan berat serta posisi titik berat kapal (center of  gravity) harus merupakan berat badan kapal dalam keadaan beroperasi dilaut, sehingga harus diikutsertakan juga  berat  air  yang masuk melalui sistem water  jet (entrained  water).  Sedangkan  sistem  water  jet,  umumnya  terdiri  dari sistem pompa (pump system) dan sistem saluran (ducting system). Sistem pompa  berfungsi  untuk  mengubah  tenaga  mekanik  menjadi tenaga hidrolis. Sedangkan sistem saluran berfungsi untuk  mengarahkan laju aliran dari lingkungan ke pompa dan dari pompa  untuk  kembali  ke lingkungan.

Keberadaan sistem pompa (water jet pump) pada sistem propulsi water jet sama halnya dengan  keberadaan motor  pendorong pokok pada  kapal – kapal  lainnya.  Akan  tetapi  bedanya  pada  sistem  ini  masih  harus  ada penggerak utama yang digunakan untuk menggerakkan pompa water jet, dapat  berupa  mesin  diesel,  turbin  gas,  motor  listrik  dan  yang  lainnya sejauh masih memungkinkan untuk digunakan.

Keistimewaan Water Jet


Adapun   beberapa keistimewaan   yang dimiliki oleh sistem propulsi water jet adalah, sebagai berikut :

  • Dengan tidak terdapatnya propeller dan kemudi diluar  kapal, sehingga tidak terjadi obyek-obyek yang dapat   memperbesar tahanan total kapal.
  • Sangat memungkinkan  untuk dioperasikan di perairan yang tidak dalam / dangkal.
  • Mempunyai kemampuan akselerasi yang baik.
  • Mempunyai  kemampuan  olah  gerak  kapal yang baik pada  saat kecepatan kapal yang relatif rendah.
  • Mempunyai keunggulan pada saat olah gerak kapal pada kecepatan kapal yang relatif tinggi.
  • Penempatan suction propeller (impeller) didalam selongsong saluran air pada  badan kapal, akan  dapat mengurangi  terjadinga eksitasi getaran maupun tingkat kebisingan pada kapal.
  • Pada saat kecepatan kapal yang relatif tinggi, efisiensi  propulsif dapat diusahakan cukup tinggi sehingga dapat dibandingkan dengan sistem penggerak propeller.

Komponen WaterJet

Sistem water jet memiliki komponen–komponen utama yang sangat menentukan  kinerjanya, yang dalam pemilihannya sebagai suatu sistem propulsi lebih rumit dan kompleks jika  dibandingkan dengan pemilihan baling–baling (propeller). Komponen–komponen tersebut meliputi mesin  penggerak dan sistem transmisinya, pompa, thrust nossel yang dilengkapi  dengan deflektor,  thrust vectoring dan mekanisme pembalik, diffuser, ducting dan inlet (intake).

Proses Water Jet

Dalam prosesnya, air dari lingkungan akan dihisap melalui intake sebagai lubang pemasukan di dasar kapal, kemudian laju aliran   fluida  yang terhisap akan  dipercepatoleh actuator yang biasanya berupa pompa mekanis dan selanjutnya fluida disemburkan ke lingkungan kembali malalui  nossel  sebagai lubang pengeluaran yang terletak  persis di atas permukaan  air.  Semburan  air  yang  keluar  melalui  nossel  diatur  oleh deflektor untuk mengatur pergerakan maju atau mundurnya kapal sesuai dengan yang diinginkan. Secara  garis  besar   sistem  umum  water  jet  dapat  ditunjukkan  seperti gambar berikut.

Foto Mesin Water Jet
Foto Mesin Water Jet (foto : marinebuzz.com)

Sistem Propulsi Water Jet
Sistem Propulsi Water Jet (foto: .moeri.kr)

Laju aliran air yang tersembur melalui lubang nossel akan  menghasilkan gaya dorong (thrust), hal ini dikarenakan adanya  kenaikan  kecepatan aliran yang masuk melalui saluran untuk kemudian   menyebabkan terjadinya perbedaan momentum, sehingga dapat membuat kapal dapat bergerak. Perhatian yang utama dari system water jet adalah keseimbangan antara gaya dorong yang dibutuhkan untuk  mendorong kapal  sehingga  dapat  bergerak   maju   sesuai  dengan   kecepatan  yang direncanakan  dengan  gaya  dorong  sesungguhnya  yang  diberikan  oleh sistem water jet.

Karakteristik Water Jet

Pengalaman telah membuktikan bahwa semua metode untuk mendorong benda pada medium fluida didasarkan pada prinsip reaksi  (reaction principle) yang pertama kali ditemukan oleh Sir Issac Newton (1642 – 1727). Prinsip  reaksi  menyatakan bahwa setiap aksi akan menimbulkan reaksi yang sama besarnya tetapi berlawanan arahnya. Contoh pada prinsip reaksi sudah banyak di kenal, misalnya jika kita menembak dengan senapan maka akan ada reaksi dari senapan yaitu berupa gaya dorong ke belakang.

Penerapan prinsip reaksi hanya berbeda pada metode–metode dan mekanisme–mekanisme yang digunakan untuk menghasilkan suatu aksi gerakan. Pada sistem propulsi water jet, dengan adanya aksi gaya dorong akan  menyebabkan kapal dapat  bergerak ke depan dengan  kecepatan tertentu dan reaksi dari fluida terhadap kapal akan menimbulkan tahanan (resistance). Gaya dorong (thrust) yang dihasilkan sistem propulsi water jet diakibatkan karena  adanya  kenaikan momentum  aliran  dari saluran inlet sampai outlet nossel.

Teknologi Fuel Injection

Sistem injeksi atau fuel injection adalah sebuah sistem mekanis yang menggunakan teknologi pengontrol yang befungsi mengatur udara dan pasokan bahan bakar ke dalam ruang pembakaran secara efektif dan efisien. Sistem injeksi ini telah dilengkapi dengan sensor yang akan mengatur jumlah udara dan bahan bakar yang telah tercampur secara homogen sesuai dengan kebutuhan dan keadaan mesin saat beroperasi.
Teknologi Fuel Injection


Sistem injeksi ini akan mulai bekerja saat bahan bakar turun atau mengalir dari tangki bahan bakar menuju proses atomisasi, yakni proses pengkabutan bahan bakar yang akan disemburkan melalui throttle valve.

Proses pengkabutan bahan bakar tersebut terjadi karena bahan bakar mengalami pemampatan dan memperoleh tekanan yang cukup tinggi, sehingga diperoleh hasil berupa asap atau kabut. Nah bahan bakar berbentuk kabut ini akan dikeluarkan lewat lubang injektor canonical yang posisinya menghadap ke ruang bakar mesin.

Kelebihan Sistem Injeksi (Fuel Injection)

  • Emisi Gas Buang Rendah. Emisi gas buang yang dihasilkan dari mesin injeksi akan relatif lebih sedikit karena pembakaran yang dihasilkan dari mesin berinjeksi lebih sempurna sehingga tidak banyak meninggalkan emisi gas buang akhir.
     
  • Lebih Irit Bahan Bakar. Sistem injeksi lebih hemat dalam penggunaan BBM karena pasokan bahan bakar untuk mesin disesuaikan dengan kebutuhan mesin, berbeda jika menggunakan karburator yang pasokan bahan bakar dipukul rata walau kebutuhan bbm kadang besar kadang kecil.
     
  • Lebih Bertenaga. Mesin yang menggunakan teknologi injeksi akan lebih bertenaga karena Konstruksi injektor tepat berada pada intake manifold sehingga pencampuran bahan bakar lebih homogen dan pembakaran yang dihasilkan lebih sempurna.

    Perawatan Mudah. Karena bersifat elektrik, maka perawatan mesin berinjeksi relatif lebih mudah, karena tidak perlu bongkar karburator saat melakukan servis rutin, hanya perlu menyetel lewat alat khusus.

Kekurangan Sistem Injeksi (Fuel Injection)

  • Sangat sensitif. Karena sistem kerja dari injeksi adalah otomatis dan elektrik maka semua data dan proses harus sempurna, jika ada kesalahan sedikit saja maka sistem ini tidak akan bekerja dengan sempurna. Sistem injeksi ini juga tidak tahan terhadap benturan atau goncangan, karena jika mengalami benturan yang cukup keras aakn berakibat rusaknya ECM (engine control module) , dan biaya perbaikannya pun cukup menguras kantong.
     
  • Kurang Responsif. Karena sistem ini bekerja melalui sensor yang diterima, dan sensor yang bekerja lebih dari satu maka akan membutuhkan sedikit waktu agar sistem ini bisa bekerja dengan baik.
     
  • Kurang Tenaga Ahli. Karena teknologi ini tergolong baru di Indonesia, maka tidak semua bengkel dapat melakukan servis dan perbaikan mesin sistem injeksi ini. Sehingga mengharuskan pemilik untuk melakukan servis kendaraannya di bengkel resmi.

Referensi : oto-id.com

Tips Menyimpan Motor Selama Mudik

Musim hujan, biasanya banyak biker yang beralih ke mobil maupun angkutan umum, sehingga motor pun didiamkan dirumah untuk jangka waktu yang lama. Ataupun bagi Anda yang akan bepergian ke luar kota dalam jangka waktu lama, motor pun terpaksa dikandangkan.

(Foto : motorplus.otomotifnet.com)

Nah, menyimpan motor dalam jangka panjang ternyata ada perlakuan khusus, agar pada saat digunakan, motor kita tetap dalam kondisi normal seperti sedia kala. Apa-apa saja sih?

Untuk motor yang dilengkapi dengan kran bensin, pastikan tuas tersebut berada di posisi off sehingga menutup, dengan sebelumnya menguras bensin yang terdapat di perut karburator, bagian pelampung.

Caranya mudah, tinggal buka baut penguras yang biasanya terdapat di bawah karburator dengan obeng. Pengurasa tersebut gunanya agar tidak terjadi pengerakan bensin pada karburator.

Tangki bensin juga sebaiknya dikuras, dengan alasan sama, agar tidak terjadi pengerakan. Setelah dikuras, isi penuh tangki, agar dinding tanki tidak berkarat selama motor tidak digunakan.

Tidak hanya dinding tanki bensin, untuk mencegah karat pada dinding silinder, piston dan ringnya, bisa dilakukan dengan cara memasukkan sedikit oli kedalam lubang busi.

Setelah itu, engkol mesin beberapa kali agar oli bersikulasi secara merata di dalam dinding silinder maupun girbox, sehingga bisa mengantisipasi karat.

Lumasi semua kabel kontrol, engsel tuas rem, engsel pedal rem, as standar tengah dan samping, serta semua persendian yang terdapat pada motor, dengan oli.

Periksa tekanan angin ban, jika kurang ada baiknya ditambah, serta pastikan ban tidak menempel pada lantai. Kalaupun ban tetap menmpel, usahakan posisinya berubah-ubah, agar tidak terjadi perubahan bentuk ban pada satu sisi saja.

Tutup lubang pengeluaran knalpot dengan plastik untuk menghindari binatang ataupu benda asing lainnya masuk dan mencemari ruang mesin.

Terakhir, lepaskan sakelar aki, dan tempatkan pada tempat yang kering. Tujuannya, agar pada saat motor digunakan, aki tidak soak, karena selama didiamkan, arus listrik tetap mengalir meski mesin dalam kondisi mati.

Referensi : DetikOTO